Selamat datang di hidup saya, tuan-tuan dan nona-nona. Disini ada sedikit cerita tentang hidup saya. Pastikan anda mengunjungi juga another pieces of my life (ada di sidebar bagian kiri xP). Oh well, ada begitu banyak cerita di sini yang ingin saya bagi. Silakan membaca~! x)

28 May 2009

Her and Him and Him

Ini pertama kalinya saya posting fic buatan saya di blog ini. Hihihi. Habis nggak tahan godaannya. Pengen tau respon teman-teman (baca: minta dicaci-maki). LOL.
Cerita ini saya ketik karena ada tawaran challenge dari infantrum '50 Sentences' and you know what, inspirasi muncul dengan pairing yang tak disangka-sangka =)) Dan ternyata saya suka bikin fic dengan format pendek-pendek kayak gini (bahkan ada yang cuma satu kalimat doang!).


---


Title : Her and Him and Him
Author : Ardhan Winchester (as in here and there) atau Stella Nike Wardhany (as in real life :))
Pairing : Mino/Stella/Ez (Hell yeah, you are definitely right, fellas! XD)
Genre : Romance/NGACO (Huahahaha)
Rating: K (untuk plotnya) atau T (untuk kengacoan dan sakit jiwanya XDDD)

Warning: Penuh self-insert dan MARY-SUE. Dan full NARSIS, honey :)

-


1. Biru
Hitam gelap dihiasi biru cerah adalah warna khas Ez. Warna biru itu lah yang membedakannya dengan Mino—yang selalu berhitam-ria setiap saat. Dan Ez bangga karenanya—ia lebih stylish dari pria itu.


2. Akhir
Stella mengira kisahnya dengan Mino berakhir ketika laki-laki tersebut jatuh sakit dan muncul Ez di kehidupannya. Tapi syukurlah perkiraan gadis itu salah.

3. Empat
Mino adalah yang keempat bagi Stella—setelah Sammy, seorang yang tak diingat namanya lagi oleh Stella, dan Noki. Dan Stella berjanji pada soulmate tercintanya bahwa dialah yang terakhir untuk selamanya. Tapi mereka berdua belum bertemu Ez pada saat itu.

4. Jiwa
Meskipun Ez sering kali berhasil mengambil hati Stella, tetapi jiwa gadis tersebut telah diambil oleh Mino. Sampai kapanpun pria ini takkan mampu merebutnya.

5. Bintang
Bintang adalah arti dari nama Stella. Dan gadis itu selalu mengatakannya pada Mino dan Ez setiap saat—hingga keduanya bosan setengah mati.

6. Rahasia
Sosok Ez yang menawan dan jahil pernah menjadi tempat Stella bersandar ketika Mino sekarat di rumah sakit. Tapi hal itu merupakan rahasia yang takkan pernah dikatakannya pada Mino. Maupun pada Ez.

7. Cinta
Apakah cinta itu? Stella tak bisa hidup tanpa kehadiran Mino di sisinya. Apakah itu yang dinamakan cinta? Lalu apa nama perasaan yang muncul terhadap pria yang baru saja muncul di kehidupannya—si Ez Gray?

8. Dia
Dia muncul tiba-tiba, merebut perhatian Stella dan hampir menggantikan posisinya di hati gadis itu. Oh, betapa Mino membenci Ez.

9. Musik
Stella berkenalan dengan Mino karena suara nyanyian laki-laki itu yang merdu. Dan kali ini gadis itu berjumpa dengan Ez akibat kemampuannya mengekspresikan musik. Siapa sangka Stella memiliki ketertarikan yang aneh terhadap orang-orang yang memiliki bakat dalam hal bermusik?

10. Hampa
Hanya tiga minggu kurang Mino dirawat di rumah sakit. Dan selama itu Stella merasa hidupnya terasa hampa.

11. Mungkin
Mungkin jika Mino meninggal dalam sakit, Ez akan mampu memiliki Stella seutuhnya. Mungkin, pikir Ez getir.

12. Pencuri
Stella kehilangan Noki akibat ulah seorang cewek pencuri busuk. Kali ini Stella berjanji akan melindungi Mino dari tangan pencuri-pencuri usil yang ada. Tapi yang ditakutkan Mino adalah hati Stella yang dicuri oleh Ez.

13. Dingin
Terkadang Stella merasa Ez sangat dingin—sesuai dengan namanya yang bisa dibaca ‘es’.

14. Hancur
Tak terbayangkan betapa hancurnya hati Stella saat pertama kali mendengar vonis mengenai penyakit Mino.

15. Diam
Ez sebenarnya adalah tipe laki-laki cool yang jarang berbicara. Tapi Stella tak memperbolehkannya diam selama berada di dekatnya.

16. Malam
Tak peduli selarut apapun, kedua orang itu akan selalu ada jika Stella membutuhkan mereka.

17. Matahari
Mino adalah matahari yang selalu menghangatkan hati Stella di saat-saat tergelap hidupnya.

18. Kenapa
‘Kenapa aku tidak bertemu Stella sebelum dia bertemu Mino?’ Pertanyaan itu muncul di benak Ez setiap saat. ‘Kenapa?’

19. Kunci
Stella menaruh kunci hatinya di lubang pintu. Hal itu sengaja ia lakukan supaya Mino mudah masuk. Tapi hal itu juga membuat Ez tidak kesulitan menyelinap.

20. Hujan
Gadis itu protektif dalam melindungi Mino. Ia tak akan membiarkan air hujan mengenai pria ini dan membuatnya sakit lagi.

21. Hitam
Ez selalu menyindir cara berpakaian Mino yang hitam-hitam. Tapi Mino tahu bahwa laki-laki yang lebih muda darinya ini hanya iri karena Stella selalu memuji betapa tampannya ia dalam hitam.

22. Biskuit
Cukup sogokan sebungkus biskuit untuk membuat Stella berhenti merajuk. Harus yang coklat, tentunya.

23. Air
Jika Stella mulai berapi-api, Mino dan Ez harus menjadi air yang memadamkan emosi gadis itu dan menenangkannya.

24. Curang
Berusaha merebut kekasih milik seseorang yang sedang dirawat di rumah sakit adalah hal yang curang dan tak termaafkan. Tapi Ez tak terlalu memikirkan hal itu.

25. Mimpi
Semenjak mengenal Ez, Mino selalu dihantui mimpi buruk setiap malam.

26. Hilang
Suatu hari Stella menonton film yang menceritakan tentang tokoh utama yang kehilangan seluruh orang yang ia sayang. Hal pertama yang gadis itu lakukan setelah selesai menonton adalah memeluk Mino dan Ez erat-erat.

27. Syarat
Mino menyesal tidak pernah meminta Stella berhati-hati saat bergaul dengan pria lain sebagai syarat hubungan mereka.

28. Suara
Akhir-akhir ini Stella baru menyadari bahwa suara milik Ez lebih bening dan merdu dibandingkan Mino.

29. Aku
“Siapa orang yang paling kau suka?” Ez bertanya pada Stella yang bersemu.
“Aku,” Mino menyahut cepat dengan penuh keyakinan.

30. Kertas
Keheranan menyapa Ez ketika secarik kertas terbang ke arahnya. Tangannya menangkap kertas tersebut dengan mudah. Ada angka lima puluh yang ditulis dengan tinta merah.
“Wuah! Jangan dilihat! Itu hasil ujianku!” Stella menjerit histeris.

31. Jangan
“Jangan bermimpi,” Mino melarang dengan jengkel saat Ez mengatakan akan mendapatkan Stella suatu hari nanti.

32. Labirin
Hati wanita adalah sebuah labirin yang rumit. Ez sudah membuktikannya.

33. Lapar
Tak pernah sulit mengajak Stella untuk makan bersama. Gadis itu selalu lapar hampir setiap saat.

34. Manis
Stella memiliki kecanduan terhadap makanan manis—meski tidak separah L Lawliet di komik Death Note.

35. Kaku
Sikap Stella pernah menjadi kaku setelah Mino keluar dari rumah sakit dan bertemu Ez. Rasa bersalah membuat gadis ini tak tahu harus berperilaku seperti apa.

36. Darah
Ketika Stella dengan ceroboh melukai dirinya lagi, Ez langsung meraih jemari yang mengucurkan darah dan menghisapnya tanpa rasa malu. Sementara Mino memilih mencari alkohol, perban dan obat merah—sambil berjanji dalam hati untuk menghajar Ez nantinya.

37. Lelah
Sering kali Ez merasa lelah menjalani hidupnya. Namun senyuman riang Stella yang ditujukan padanya menghapus segala keluhannya dalam sekejap.

38. Angin
“Zephyr berarti angin sepoi-sepoi. Bagus yah? Asyik, lagi.” Stella menoleh untuk melihat respon Mino dan Ez di sebelahnya dan mendapati dengan jengkel bahwa keduanya tertidur lelap di atas rerumputan. Angin mengacak-acak rambut mereka dengan lembut.

39. Pulang
Mino merasa sangat bahagia saat keluar dari rumah sakit. Akhirnya ia bisa pulang ke pelukan Stella.

40. Penumpang
Penumpang gelap. Itu yang Mino pikirkan tentang Ez dalam kehidupan romansanya.

41. Siapa
Pada akhirnya Stella harus memilih salah satu di antara keduanya. Tapi saat ini, gadis ini masih belum tahu siapa yang akan ia pilih.

42. Lompat
Stella adalah tipe gadis kekanakan yang memiliki otak seperti kelinci. Benaknya selalu melompat-lompat. Bisa saja sekarang dia mengajak Mino pergi ke bioskop—tapi lima menit kemudian mengubah keputusannya dan memilih berdiam di rumah.

43. Putih
Putih selalu berkonotasi dengan suci. Tapi untuk gadis itu, putih berarti cepat kotor. Stella menatap kaos putihnya yang terkena noda dengan jengkel.

44. Bicara
Pernah suatu ketika Stella diam sepanjang hari, membuat Mino dan Ez keheranan dengan sikapnya. Biasanya gadis ini yang paling sering berkicau di antara mereka.
“Stella, kamu kenapa?” tanya Mino lembut. “Kenapa kamu nggak bicara?”
“Iya, kenapa sih diem mulu?” Ez menimpali. “Ngomong dong. Kalau kita ada salah jangan didiemin gitu.”
Stella memberi mereka pandangan jengkel. Akhirnya ia menjelaskan alasan kenapa ia malas berbicara hari itu, “Sakit gigi.”

45. Latar
Foto favorit Stella adalah yang tergantung di dinding kamarnya—potret mereka bertiga dengan latar belakang matahari terbenam. Sinar yang memancar dari mentari yang akan terlelap itu membuat wajah mereka berbayang dan hampir tidak terlihat. Tapi tetap saja, itu foto favorit Stella.

46. Bingung
Mino selalu kebingungan memilihkan kado ulang tahun untuk gadis kesayangannya. Tapi Stella sendiri tak pernah berniat membeli kado untuk siapapun—bahkan untuk Mino.

47. Sakit
Stella berharap sakit yang diderita Mino cepat sembuh dan takkan kambuh lagi.

48. Jantung
Gadis ini bisa merasakan jantungnya berdebar-debar tak karuan saat menatap pemandangan indah di hadapannya. Mino dan Ez sangat tampan dan begitu cocok berdiri berdampingan—apalagi ketika mereka saling berbisik-bisik seperti itu. Rupanya otak fujoshi milik Stella aktif berkat kedua pria itu yang sedang berdebat mengenai dirinya.

49. Sendiri
Ez dan Mino mengetahui betapa bencinya Stella dengan kesepian sehingga keduanya tak pernah membiarkan gadis itu sendirian.

50. Awan
Stella suka memandang langit dan membayangkan menjadi awan yang berarak kemana angin bertiup. Kemudian Mino dan Ez akan selalu menatapnya dan berkata, “Jangan. Nanti kita kesusahan ngejar.”


Set satu tamat.


---

Saya ketawa-ketawa gaje pas ngetik fic ini. Ya ampun, saya sakit jiwa beneran nih. HAHAHA.

We all know siapa Mino dan Ez di sini kan yah? ;) Sebulan ini saya banyak meracau tentang mereka berdua lhoh. Bahkan udah saya kasih foto segala. AW. THEY ARE TOTALLY HANDSOME! ;)

Dan... yeah, Stella di sini adalah SAYA. YEAYEAH.

Seperti yang pernah saya tulis di tempat lain, dalam bayangan saya, Mino itu tipe cowok lemah lembut baik hati yang rada lemot; dan Ez itu tipe cowok usil kekanakan yang keren. Aw aw aw. So sweet, isn't it? Saya--seorang gadis manis lemah lembut kekanakan *dilempar truk*--disukai dua cowok ganteng XD *digiles rame-rame*.

Ahaha. Mengutip kembali tulisan saya di atas, 'inspirasi datang dengan pairing yang tak disangka-sangka'. Not my fault kalau mereka begitu tampan dan sungguh menyenangkan jadi objek sakit jiwa saya ini. HAHAHA *ketawa setan*.


Saya paling suka tema nomer 36. KYAA~! XD
Anda suka yang mana? *senyum inosen*

2 celotehan:

Haruki Kayuki said...

Kuereen..

Hohoho.. aku sih suka yang "Kertas.." Konyol..

Ardhan Winchester said...

Awww. Terimakasih~ xD
Yang 'kertas' itu memang konyol LOL. Tiba-tiba kepikiran itu, jadinya ngetik yang itu. LMAO.

Post a Comment