Selamat datang di hidup saya, tuan-tuan dan nona-nona. Disini ada sedikit cerita tentang hidup saya. Pastikan anda mengunjungi juga another pieces of my life (ada di sidebar bagian kiri xP). Oh well, ada begitu banyak cerita di sini yang ingin saya bagi. Silakan membaca~! x)

02 February 2009

Divortiare


PROLOG.
Baru aja selesai baca buku ini. Awalnya nggak tertarik. Secara saya masih belasan untuk 3 tahun lagi, jadi saya lebih tertarik ama serial-serial teenlit gitu. Tapi, rasa-rasanya, bagian teenlit di gramedia tuh ngeboseninnn. Ceritanya gitu-gitu doang. Lovelovelove. Bah. Basi.

Nyariin novel terbaru penulis yang saya suka, tapi belom ada. Yaudah, mata pun melirik-lirik buku-buku yang rada aneh. Sekilas, ngeliat nih buku. Penasaran juga. Akhirnya beli deh.

Dan...

GAK NYESEL.

SUMPAH, ini novel menarik banget. Gaya ceritanya first person POV. Banyak pemikiran-pemikiran si tokoh utama. ‘Pemikiran’ itu yang paling keren. Lucu. Memberi banyak kosa-kata ‘pisuhan’ dalam bahasa inggris. Hha.

“Rasanya seolah kami melangkah ke arah berlawanan, with no chance of crossing each other’s path.”


SUMMARY.

Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damage good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar.

Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn’t want it to.

“Sometimes I wonder how his social skill is around his patients, because for a doctor who’s supposed to fix people’s heart, all he ever did was hurt mine.”

OPINION.
Konfliknya bagus banget. Nggak cuma si tokoh utama aja yang disorot. Tapi juga kisah cinta si sahabat tokoh utama.

Gimana Ika Natassa nyeritain seluruh perasaan Alex, yang sesaat seperti ini tapi sedetik kemudian berubah begitu. It’s just awesome.

Alex was pretty and hot. She was great at work. But, she’s not perfect. ‘Sabar’ susah banget dia lakukan. Dan dia gak mau mengalah buat suaminya. Di saat dia nggak tahan, cerai jadi pilihannya.

Beno, a hotshot-surgery-doctor, was cool and handsome. But… kesibukannya di rumah sakit dan para pasiennya bikin kesabaran Alex habis. Saat kata ‘cerai’ muncul, dia nggak melakukan sedikitpun untuk mempertahankan pernikahannya, too bad.

Dua-duanya salah. Dua-duanya punya ego yang tinggi.
Beberapa tahun mereka lewatkan untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka sudah tak ada hubungan apa-apa selain dokter-pasien. Kebencian, malah, yang ingin Alex tunjukkan pada semua orang tentang perasaannya pada mantan suaminya itu.

Tapi mereka nggak bisa bohong. Cinta nggak semudah itu menghilang.

Sayang banget endingnya ngegantung. Ika Natassa bener-bener jago maenin perasaan pembacanya. Hha.

“Kita hanya bisa disakiti oleh orang-orang yang kita cintai, ya kan?”


MORAL OF STORY.
Hmmm. Gak tau gimana buat orang lain. Tapi buat saya sendiri,…
Saya nggak mau punya kisah kayak Alex-Beno. Saya nggak mau gila kerja dan melupakan orang yang saya cintai. Apalagi menyakiti hatinya. Dan saya akan berusaha buat ngertiin perasaan orang yang saya cintai.

If there’s someone who I love and love me back, I won’t let him go.


PS:
SUMMARY dan QUOTES diambil dari buku DIVORTIARE.
They belong to Ika Natassa.

2 celotehan:

Anonymous said...

mustinya baca AVYW dulu laa. bri DIVORTIARE.
soalnyaa divortiare amatt sangat lebih manstabb

Ardhan Winchester said...

Ya untung aja aku beli yang divortiare. Soalnya ga sia-sia ngeluarin duit buat novel yang MANTAPP :D

Post a Comment